Awas Penipuan Doorprice untuk Bintang Iklan

Photo Parmuniaga: Bayu, Nisa dan Kiki ( Pelaku Penipuan )

Photo Parmuniaga: Bayu, Nisa dan Kiki ( Pelaku Penipuan )

Modus Operandi penipuan yang terjadi di Banda Aceh baru – baru ini, tepatnya lokasi Pasar Aceh Shoping Centre. Beberapa korban penipuan yang dijanjikan pada tanggal,15 Febuari 2013 yang akan diadakan penarikan undian Doorprice bintang iklan untuk produk kesehatan dari Golden Healthy hingga berita ini diturunkan para pelaku sudah kabur. Ys salah satu diantara korban lainnya saat menjumpai  aceh media mengatakan” saya sempat khawatir dengan sales – sales yang menawarkan  sebuah produk. Karena sebelumnya saya sempat menduga bahwa kecurigaan tersebut hanyalah dugaan saya seorang. “Penipuan”, terbukti telah banyak korban yang terjebak. Dan ini telah berlangsung setidaknya sejak awal Januari 2013! ucapnya.

Tapi rasanya tidak sampai hati kalau ada orang lain yang masih saja “termakan” tipuan standar yang dilakukan oleh sales-sales itu. Bahkan tadinya – setelah tiba di rumah saat itu saya seperti kaget dan kata teman’, saya seperti terhipnotis saat itu – saya sempat ‘sangat ingin kembali ke pasar Aceh tersebut dan memberi pelajaran sales-sales penipu tersebut, tapi dilarang oleh teman lainnya. Ya sudahlah, saya ceritakan saja di sini. Agar tidak ada yang terus tertipu. Sebaiknya berita ini juga turut disebarluaskan ke mana-mana. Jangan dianggap remeh, karena ternyata mereka terus beraksi. Suatu saat bisa saja orang-orang di dekat kita yang menjadi korban, dan uang yang dikeluarkan tidak sedikit kata ys.

Menurut Ys ” Sore itu, kami baru saja berbelanja di salah satu pasar swalayan Pasar Aceh Shoping Centre yang terletak di jalan Ponegoro. Sambil mebawa barang belanjaan, kami melewati stand sebuah produk kesehatan dan alat rumah tangga lainnya , seperti halnya kompor listrik biasa, tapi tidak menggunakan filamen untuk menghantar panas. Jadi kompor tidak akan terasa panas jika disentuh. untuk proses memasak, harus menggunakan panci atau kuali khusus. Kemudian kaca mata teraphy dll. Oleh sales-nya, kami dijelaskan dan diperagakan bagaimana cara kerja kompor tersebut. Ketika hendak beranjak pergi, mereka menarik kami berdua dan mengimingkan untuk iklan disebuah majalah Nirmala. Mereka hanya minta paraf sebagai tanda bukti bahwa mereka telah menjanjikan untuk kontrak iklan hadiah tersebut untuk pengunjung. Sambil saya menuju tempat di mana lembar tersebut harus diparaf, saya ditawari menarik selembar doorprize oleh sales yang lain. “Tarik saja satu bu.. lumayan, siapa tahu dapat hadiah gratis dan belanja diskon untuk membeli produk kami.”, ucap sang penjual ‘obat’ ini. Saya pikir, apa salahnya buat menyenangkan hati dia. Toh ngga ada ruginya cuma menarik selembar kertas.

Ternyata petualangan segera dimulai setelah saya menarik kertas “doorprize” tersebut! Waktu itu saya disodori 3 kertas. Entah memang sudah mempelajari sifat orang atau karena memang peluang “menang” adalah 2 dari 3, saya mengambil kertas yang di tengah. Hup laaaa. Waktu saya sobek kertas tersebut dan melihat isinya, tertera hadiah yang berlabel nomor, tetapi pramuniaga tersebut menelpon seseorang seakan-akan pimpinannya berbicara bahwa salah seorang klien pengunjung mendapatkan hadiah dan nantinya akan diklankan.  Namun setelah bincang – bincang  antara pramuniga dengan manajernya, dua pramuniaga yang memperkenalkan nama “Bayu dan Nisa meyampaikan’ bahwa saya harus memberikan uang muka senilai satu juta sebagai tanda jadi untuk iklan alat kesehatan dan  rumah tangga. Dan setelah diisi faktur bon dengan biodata lengkap saya, Bayu dan Nisa ( Pramuniaga) mengatakan agar dalam 10 hari kedepan dapat membawa foto untuk diserahkan kepada mereka katanya.

Waktu itu saya melihat sepotong kalimat bahwa saya harus membeli sebuah produk berkategori A, alangkah gampangnya hanya memilih 1 dari 3 kertas undian. Tetapi ketika itu mereka mengalihkan pembicaraan dengan berpura-pura tidak mendengar pertanyaan saya. Pembicaraan berlanjut. Sales (yang nomor 2 yaitu Nisa) mengambil sebuah sliming yang masih di dalam kardus dan menyodorkan ke depan saya.” Katanya ini sebagai jaminan karena uang muka satu juta sudah mereka terima dengan menggesek kartu ATM milik ys.

Saya seperti tidak berdaya dengan ucapan-ucapan mereka. Padahal uang yang saya bawa itu adalah biaya untuk bayar uang kuliah yang baru saja orang tua kirim dari kampong ujar ys. Sepertinya saya tidak terkendali dan menurut apa yang diucapkan oleh dua pramuniaga yang bernama Bayu dan Nisa pungkasnya.

Sementara  hasil investigasi aceh media dilapangan, sebahagian barang milik yang mengatas namakan perusahaan Golden Healthy sudah diamankan oleh pihak pengelola Pasar Aceh disaat  mereka kabur. Dan beberapa data yang dapat media informasikan kepada public berupa foto pramuniaga yang menamakan diri mereka Bayu , Nisa dan Kiki serta KTP salah seorang dari group tersebut yang menandatangani untuk sewa tempat di pasar aceh shoping centre : bernama : Ahmad Jauhari alias Tomy alamat: Jl. SM. Manggaraja No.02, Medan, kel. Sudi Rejo I. kec. Medan Kota, kode pos 20218 , hp. 085277520000. (Aceh Media Online)

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s