Drainase Tidak Berfungsi, Rumah Warga Terendam Banjir

Aceh Besar– Akibat guyuran hujan, rumah warga desa Lamcot kecamatan Darul Imarah kabupaten Aceh Besar digenangi air. Pada beberapa titik, genangan air tersebut mencapai 20 cm. disinyalir, banjir genangan tersebut disebabkan tidak berfungsinya drainase didesa tersebut.

Geuchik Desa Lamcot, Al Hatta mengunjungi rumah warganya yang terkena banjir.Seperti yang dialami oleh Rasiba, salah seorang warga Lamcot yang rumahnya selalu tergenang air yang lumayan tinggi setiap musim penghujan tiba. Kepada Kabar Aceh, Rasiba menjelaskan bahwa dirinya sangat kesulitan menanggulangi genangan air yang masuk kedalam rumahnya. Karena menurutnya, untuk menguras air dengan cara manual sangat sulit dilakukan.

“Padahal diseberang jalan yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari rumah saya terdapat drainase yang lumayan besar, tetapi kenapa rumah saya setiap ada hujan deras selalu banjir, drainase tersebut tidak bermanfaat bagi kami,” demikian kesalnya.

Penuturan serupa juga diungkapkan oleh warga setempat lainnya Ira Kusuma. Ia menceritakan bahwa dirinya beserta dan anak-anaknya sampai saat ini harus mandi dengan air sumur yang sudah tercemar oleh rembesan genangan air kotor dari luar rumah yang masuk kesumur.

“Drainase tersebut seperti tidak berfungsi karena sampai saat ini rumah kami juga masih banjir, harusnya kalau sudah ada drainase rumah kami tidak banjir lagi tapi ini buktinya bisa diliat sendiri, saya masih harus membuang air hujan yang masih menggenangi dapur saya,” demikian diungkapkan Ira.

Pantauan Kabar Aceh dilokasi, sampai dengan Kamis pekan lalu (14/02) rumah warga setempat masih digenangi air kotor yang bercampur dengan limbah rumah tangga. Sebanyak lima (5) Kepala Keluarga (KK) yang berada di kawasan rawan banjir tersebut sudah sangat memprihatinkan. Bahkan mereka mengaku sudah mengadukan kepada kepala desa namun belum ada tindakan apapun.

“Kami dan teman-teman lain sudah pernah mengadukan masalah ini ke pak geuchik tapi sampai saat ini belum ada langkah-langkah dan tindakan untuk mengantisipasi banjir yang selalu masuk kerumah warga disaat hujan lebat datang,” demikian ungkap salah satu dari mereka.

Penelusuran Kabar Aceh dilapangan, memang terlihat jelas keberadaan drainase yang cukup bagus diseberang badan jalan yang berada hanya sekitar 100m dari rumah penduduk. Namun drainase tersebut terkesan tidak bermanfaat.

Dihari yang sama, Kabar Aceh berhasil menjumpai Geuchik desa Lamcot Al Hatta dikediamannya terkait kondisi warganya yang saban hari rumah mereka digenangi air. Al Hatta menegaskan bahwa keberadaan drainase permanen dilokasi tersebut belum ada.

“Drainase kalau kita bilang yang permanen belum ada, jadi untuk sementara kita masih memakai areal persawahan yang digali untuk dibuat semacam pembuangan sementara,” demikian ungkap Al Hatta.

Menurutnya, real persawahan tersebut tepat dibelakang rumah warga yang berada di lokasi  pemukiman rawan banjir tersebut. Ia juga tidak menampik kemungkinan adanya penyumbatan saluran akibat pembangunan perumahan diruas tanah seberang.

“Mungkin penggalian sering terkendala karena pembangunan perumahan diseberang persawahan yang sedang dalam proses pengerjaan sekarang ini. Soalnya kita juga kan tidak bisa menghambat pembangunan perumahan tersebut karena itu tanah orang,” demikian dikatakan Al Hatta.

Al Hatta menjelaskan bahwa tahun 2013 ini sudah direncanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Aceh Besar untuk dibangun semacam drainase yang permanent dan menurutnya pihak  dari Dinas PU sudah datang meninjau kelokasi.

“Perencanaan sudah dibuat namun prosesnya kemungkinan akan ditender, soalnya anggaran mungkin hampir mencapai kisaran Rp. 400.000.000,” ujar Al Hatta.

Lebih lanjut Al Hatta menjelaskan proses pembangunan perumahan diseberang areal persawahan yang berada di belakang pemukiman penduduk rawan banjir tersebut. Menurutnya pembangunan tersebut ditinggikan dengan timbunan sementara rumah warga sudah menjadi rendah dan menjadi sasaran rembesan air.

“Tapi developer pembangunan perumahan diseberang areal persawahan juga sudah pernah berjanji bahwa disaat perumahan itu selesai, mereka akan membuat dreinase disana, jadi air dari sini bisa diarahkan ke sana,” demikian ditambahkan Hatta.

Menanggapi drainase yang telah selesai dibangun diseberang jalan, Al Hatta menjelaskan  bahwa sebenarnya drenase tersebut sangat bermanfaat, karena air dari gampong tersebut dialirkan kesana. Namun bagi masyarakat diseberang jalan tersebut, mungkin memang terkesan tidak bermanfaat dikarenakan rumah mereka memang terlampau rendah.

“Jadi air tidak mungkin naik, walaupun harus kita potong badan jalan pasti sama saja, tetap gak mau ngalir air ke drenase tersebut,” ujarnya lagi.

Dengan didampingi Kabar Aceh, Geuchik Lamcot Al Hatta langsung meninjau rumah warga yang terendam air genangan. Dihadapan warganya Al Hatta menyampaikan kepada para warga harap bersabar karena kemungkinan dibulan Juli tahun ini akan dibuat dreinase yang permanent.

Dihadapan warganya, Al Hatta berjanji akan berusaha semampunya untuk bisa menangani persoalan banjir tersebut, apalagi disaat musim penghujanan, dan bila kedepan nanti ada rumah yang banjir, ia berjanji akan meninjaunya langsung.

“Tugas saya sebagai seorang Geuchik (red: kepala desa) adalah mengabdi kepada warga, jadi dengan kondisi warga saya seperti ini jujur saya sangat turut prihatin, tapi saya meminta untuk para warga saya yang masih berada di daerah yang rawan banjir sekarang ini harap bisa lebih bersabar dan mari kita bersama bergotong royong untuk sementara ini, sebelum ada drainase yang permenen,” demikian pungkasnya. (Aditya)

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s